Persebaya Surabaya harus menghadapi situasi sulit jelang laga tandang melawan Borneo FC. Saat ritme permainan tim mulai solid, badai cedera justru menyerang dan mengganggu persiapan tim kebanggaan Bonek ini.
Laga yang akan digelar di Stadion Segiri pada Sabtu (7/3/2026) tersebut bakal menjadi ajang pembuktian strategi Bernardo Tavares. Dengan absennya sejumlah pilar utama, juru taktik asal Portugal ini harus segera menemukan komposisi alternatif demi mengimbangi kekuatan tuan rumah di pekan ke-25 BRI Super League.
Masalah ini memaksa Bernardo Tavares bekerja ekstra keras mencari strategi alternatif. Ujian sesungguhnya bagi kualitas pelapis tim Bajul Ijo kini sedang berlangsung di fase-fase krusial liga.
Daftar absen Persebaya tergolong panjang. Trio Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Mihailo Perovic belum menunjukkan tanda-tanda bisa merumput setelah absen dalam tiga laga terakhir. Kondisi skuat makin keropos menyusul kabar kurang sedap dari Arief Catur dan Sadida Nugraha. Kedua pemain tersebut menyusul ke daftar cedera setelah berduel fisik dalam pertandingan melawan Persib Bandung awal pekan ini.
Tantangan Berat di Saat Genting
Pelatih berkebangsaan Portugal itu menegaskan bahwa keadaan skuat saat ini jauh dari kata ideal. Saat liga memasuki tahapan yang menentukan, Tavares menyadari bahwa setiap detail dan raihan poin sangatlah berharga. Absennya pemain kunci di momen seperti ini jelas menjadi beban tambahan yang harus segera dicarikan solusinya.
Hasil imbang 2-2 di pekan sebelumnya menjadi bahan evaluasi serius bagi staf kepelatihan Persebaya. Bernardo Tavares menilai sektor belakang menjadi titik lemah yang paling mencolok. Longgarnya penjagaan membuat tim lawan beberapa kali mendapatkan peluang emas yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik.
Dalam pandangan Tavares, keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Ia menegaskan akan mengoreksi total koordinasi pertahanan yang dianggap masih memberikan ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang.
Bayang-bayang Rekor Buruk Persebaya di Markas Pesut Etam
Statistik sejarah tampaknya belum berpihak pada Bajul Ijo. Sejak tahun 2018, Persebaya punya catatan yang kurang impresif setiap kali bertamu ke Samarinda. Dari enam kunjungan terakhir ke markas Borneo FC, tim kebanggaan warga Surabaya ini tercatat baru satu kali membawa pulang kemenangan.
Bernardo Tavares pun memberikan apresiasi tinggi pada konsistensi lawan. Ia menilai Borneo FC musim ini adalah kandidat kuat juara yang sulit ditumbangkan, terutama saat bermain di depan pendukungnya sendiri. Faktor inilah yang membuat laga pekan ke-25 ini diprediksi akan menjadi salah satu ujian terberat Persebaya di paruh kedua musim.


